STRATEGI PADA KANDANG DALAM MENGHADAPI CUACA EKSTRIM
Pergantian musim bagi sebagian peternak merupakan sesuatu yang paling terutama bagi peternak broiler. Peternak harus mempersiapkan strategi tambahan agar performa ayam tidak mengalami penurunan saat pergantian cuaca. Di Indonesia musim hujan biasanya terjadi pada awal bulan November hingga April. Pergantian musim dapat mengakibatkan tubuh ayam rentan terkena penyakit, hal ini menjadi peringatan terhadap peternak ayam untuk selalu waspada terhadap segala penyakit yang akan menyerang ayam. Pada saat musim hujan suhu akan menjadi lebih rendah dengan kadar kelembaban yang tinggi dibandingkan musim kemarau.
Peningkatan populasi serangga di musim hujan juga harus diwaspadai saat musim hujan. Tikus dan serangga seperti lalat, kecoa, nyamuk merupakan pembawa agen penyakit dari feses ke tempat pakan dan air minum ayam. Berbagai agen penyakit yang terdapat di feses dapat ditularkan oleh serangga dari satu peternakan ke peternakan lainnya. Terlebih saat musim hujan, telur cacing dan bakteri E. coli memiliki daya tahan lebih lama saat berada di luar tubuh ayam.
Kualitas air minum serta pakan juga perlu diperhatikan, untuk air minum pada musim hujan kualitas air cenderung lebih keruh karena terjadi peningkatan volume air tanah. Pada saat kondisi seperti ini dapat menjadi sangat ideal bagi pertumbuhan bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Salmonella sp. Sedangkan pada pakan, dengan kelembaban tinggi pada saat musim hujan juga berpengaruh pada kualitas pakan karena pakan akan rentan menurun kualitasnya dan ditumbuhi jamur. Pastikan penyimpanan pakan pada gudang untuk dialasi oleh palet terlebih dahulu serta melakukan sistem first in first out yaitu barang yang datang awal dikeluarkan lebih awal dengan tujuan mencegah penurunan kualitas dan pertumbuhan jamur akibat penyimpanan yang terlalu lama.
Sistem kekebalan tubuh juga perlu dibantu dengan pemberian vitamin pada ayam. Kandungan yang terdapat pada multivitamin akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh ayam sehingga terhindar dari serangan penyakit, produktivitas yang optimal, serta penggunaan pakan tetap efisien. Selain itu, penambahan elektrolit membantu menggantikan elektrolit yang hilang pada kondisi stress sehingga jumlah elektrolit di dalam tubuh ayam tetap seimbang.
Untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit akibat pergantian cuaca, peternak perlu memperhatikan manajemen kandang yang baik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan peternak yaitu sistem ventilasi, kondisi litter atau alas kandang, kadar amonia, kualitas air minum dan pakan, serta pemberian suplemen atau vitamin pada ayam. Faktor yang menjadi hal terpenting di dalam kandang yaitu pengaturan suhu dan kelembaban yang sesuai dengan kebutuhan ayam. Pengaturan ventilasi dapat mempengaruhi suhu dan kelembaban, kadar amonia, kadar oksigen di dalam kandang. Suhu ideal untuk pemeliharaan ayam broiler pada umur 0 - 14 hari yaitu 24 - 31 °C dan akan menurun seiring bertambahnya umur. Sedangkan angka ideal untuk kelembaban yaitu 60 - 65 %.
Para peternak broiler perlu mengetahui tantangan apa saja yang akan mereka hadapi ketika musim hujan dan cara untuk meminimalisir dampak agar dapat mencegah penurunan produktivitas ayam. Kebersihan peralatan juga perlu diperhatikan karena dapat menjadi media pertumbuhan serta penyebaran bakteri. Selain itu, kualitas peralatan kandang yang berkualitas sangat penting untuk membantu peternak dalam mengoptimalkan performa ayam. Peternak dapat mencari supplier penjual peralatan ternak ayam tangerang dengan kualitas tinggi untuk membantu mengoptimalkan performa ayam.
Komentar
Posting Komentar