PENTINGNYA MEMAHAMI FASE PRE STARTER, STARTER, DAN FINISHER PADA AYAM BROILER

Dalam pemeliharaan ayam broiler terdapat beberapa fase. Fase-fase itu antara lain fase pre starter, starter dan finisher. Setiap fase pemeliharaan ayam broiler sangat penting untuk mencapai pertumbuhan serta hasil yang optimal. Selain itu, memiliki kebutuhan nutrisi dan manajemen pemeliharaan yang berbeda seperti manajemen tirai, kandungan protein, energi, dan tekstur pakan. Lalu, apa perbedaan dari fase pre starter, starter, finisher? Mari kita bahas perbedaannya dalam beberapa aspek berikut ini.

Fase Pre Starter

Fase pre starter merupakan masa awal pertumbuhan dan perkembangan ayam. Pada fase ini biasa disebut juga fase brooding. Pada saat brooding, suhu tubuh ayam masih sangat bergantung pada suhu lingkungan (poikiloterm) sehingga ayam belum mampu mengatur suhu tubuhnya secara optimal. Periode brooding ini merupakan salah satu kunci keberhasilan pemeliharaan ayam broiler. Pada fase pre starter tugas peternak yaitu memaksimalkan asupan nutrisi pada ayam. Hal ini bertujuan untuk membantu pembentukan sistem kekebalan tubuh serta pembentukan otot pada ayam. Kurangnya asupan nutrisi serta asupan pakan akan mempengaruhi pembelahan sel dan pertumbuhan ayam. 

Fase pre starter dimulai dari hari pertama ayam broiler menetas hingga mencapai umur sekitar 10 - 14 hari. Pakan pada fase pre starter membutuhkan pakan protein yang tinggi antara 20 % hingga 24%. Selain itu, pemberian vitamin, mineral dan asam amino untuk pertumbuhan awal dan perkembangan sistem pencernaan. Bentuk pakan pada ayam juga perlu disesuaikan dengan dengan kondisi fisiologis seperti ukuran paruh. Bentuk pakan yang dibutuhkan pada fase pre starter ini berbentuk crumble agar mudah dikonsumsi serta dicerna oleh usus ayam. Penggunaan tempat makan ayam juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan ayam dengan kualitas yang tinggi serta harga tempat pakan ayam yang sesuai dengan kualitas barang.

Fase Starter

Setelah fase pre starter, ayam broiler memasuki fase starter. Fase ini berlangsung dari umur sekitar 14 hingga 18 hari. Pada fase ini ayam melanjutkan pertumbuhannya untuk mengoptimalkan pembentukan otot atau daging.  Pada fase starter ayam membutuhkan kandungan protein yang sedang antara 18% hingga 20%. Kandungan nutrisi dan kebutuhan gizi disesuaikan dengan pengoptimalan pembentukan otot atau daging. Bentuk pakan yang dibutuhkan pada fase starter yaitu lebih besar dibandingkan dengan fase pre starter. 

Fase Finisher

Pada fase finisher, ayam berumur sekitar 18 hingga 35 hari (panen). Pada fase finisher kandungan nutrisi pada ayam lebih rendah antara 16% hingga 18%. Kandungan nutrisi disesuaikan dengan kebutuhan ayam broiler pada tahap akhir pertumbuhan hingga panen. Bentuk pakan pada fase finisher yaitu berbentuk pelet yang lebih besar sehingga sesuai dengan kebutuhan ayam. 

Setelah mengetahui perbedaan dari ketiga fase tersebut, para peternak dapat mencapai manajemen pemeliharaan yang baik untuk mencapai pertumbuhan serta hasil yang optimal. Peternak dapat melakukan pemeliharaan yang baik dengan cara memberi asupan yang sesuai dengan kebutuhan ayam. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENTINGNYA DATA RECORDING HARIAN PADA PETERNAKAN AYAM

CULLING PADA AYAM BROILER