CULLING PADA AYAM BROILER

Pada peternakan ayam, parameter yang dapat menjadi salah satu penentu keberhasilan manajemen pemeliharaan yaitu keseragaman yang baik, mulai dari strain, umur, berat badan, serta perkembangan reproduksi sampai status kesehatan (vaksinasi dan biosecurity). Untuk mendapatkan keseragaman dari parameter-parameter tersebut perlu langkah-langkah penanganannya yaitu dengan cara culling dan seleksi. Apa sih perbedaan antara culling dan seleksi? Mari simak penjelasannya. 


Culling adalah tindakan pemisahan atau penyisihan ayam yang dilihat secara klinis (luar/fisik) yang berpotensi akan terjadinya penurunan produksi/performa. Culling adalah menyisihkan ayam-ayam yang buruk dan tidak produktif dari kawanan (satu kelompok ayam). Sedangkan seleksi adalah memilih individu-individu yang baik dan produktif dari satu kelompok ayam, kemudian ayam yang telah diseleksi harus diternakkan.


Proses culling dan seleksi memiliki tujuan yang sama yaitu untuk meningkatkan kualitas produktivitas ayam terutama keseragaman bobot badan ayam. Selain itu juga bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit, menjaga efisiensi pakan, mempermudah pengawasan, serta mencapai keseragaman yang optimal. Keuntungan dari penerapan culling yaitu meminimalisir penyebaran penyakit, efisiensi tenaga kerja, serta jumlah ransum yang lebih optimal. 


Penerapan culling pada manajemen pemeliharaan menjadi pilihan terbaik untuk menjaga keseragaman ayam di dalam kandang. Proses culling dilakukan ketika awal pemeliharaan, masa pertumbuhan, serta menjelang panen. Akan tetapi, culling atau seleksi lebih optimal dilakukan sejak awal terutama saat ayam berumur 1-5 hari.


Ciri ayam yang perlu di culling yaitu ayam yang memiliki berat badan yang lebih kecil dengan ayam lainnya, maka ayam itu perlu dilakukan culling. Kemudian, kondisi tulang atau kerangka tubuh yang baik dapat terlihat dari postur tubuh, umum ditemui ayam yang memiliki postur tubuh yang kecil (stunting) dibandingkan ayam lainnya, maka perlu di culling. Selain itu, status kesehatan menjadi salah satu ciri dari proses culling. Ayam yang terlihat lemas, mengalami cacat serta terindikasi terjangkit penyakit perlu dilakukan proses culling. 


Culling merupakan bagian terpenting dari manajemen pemeliharaan, karena sangat berperan penting dalam mendukung pencapaian produksi yang optimal. Selain melakukan culling pada ayam, peternak juga perlu melakukan seleksi pada kualitas peralatan kandang salah satunya tempat pakan ayam. Penggunaan tempat pakan ayam otomatis sudah menjadi pilihan terbaik para peternak. Walaupun harga tempat pakan ayam otomatis jauh lebih tinggi, sistem kerja tempat pakan otomatis sangat membantu dalam keefisienan waktu dan tenaga kerja serta mengoptimalkan produktivitas dan performa ayam. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENTINGNYA DATA RECORDING HARIAN PADA PETERNAKAN AYAM

PENTINGNYA MEMAHAMI FASE PRE STARTER, STARTER, DAN FINISHER PADA AYAM BROILER