PENYAKIT ASPERGILLOSIS PADA AYAM

Penyebaran penyakit merupakan salah satu masalah yang umum ditemui pada industri peternakan, salah satunya adalah industri peternakan ayam broiler. Seperti yang diketahui, bahwa ayam broiler merupakan ayam yang rentan sekali terhadap penyebaran penyakit. Untuk mencegah penyebaran penyakit di dalam kandang, maka diperlukan sistem manajemen pemeliharaan yang efektif. Salah satu penyebaran penyakit yang ditemui pada kandang yaitu Aspergillosis. Apa itu penyakit aspergillosis?

Aspergillosis dikenal dengan mycotic pneumonia, brooder pneumonia atau fungal pneumonia.  Disebut pneumonia disebabkan karena penyakit ini menyerang pada saluran pernapasan.  Pada keadaan khusus, jamur akan menghasilkan racun yang disebut mikotoksin.

Penyakit ini disebabkan oleh jamur aspergillus sp yang dapat terbagi menjadi dua, yaitu aspergillus flavus dan aspergillus fumigatus. Aspergillus flavus umum ditemui pada bahan baku pakan, berbeda dengan aspergillus fumigatus yang umum ditemukan pada material organik seperti telur, sekam, pakan, serta peralatan. Aspergillosis akan menghasilkan banyak spora yang berukuran sangat kecil, sehingga mudah menyebar di udara dan mengkontaminasi pakan, sekam dan lingkungan kandang. 

Penyebab ayam terjangkit penyakit Aspergillosis yaitu diakibatkan oleh ayam yang menghirup spora jamur dari pakan atau litter yang telah terkontaminasi. Aspergillus umumnya akan menyerang pada manajemen kandang yang buruk. Beberapa faktor penyebab terjadinya penyebaran penyakit Aspergillosis yaitu tingkat stress suhu, kadar amonia, populasi yang terlalu padat, serta penyebab lainnya yang akan menyebabkan imunosupresi. 

Ayam yang terinfeksi penyakit Aspergillosis akan menimbulkan gejala seperti penurunan nafsu makan (anoreksia), ayam akan mengalami kesulitan bernapas, bernapas melalui mulut (panting), serta akan mengalami ngorok, gejala ini ditimbulkan pada ayam dengan bentuk akut. Sedangkan gejala dengan bentuk kronis ayam akan muncul gejala kebiruan, ascites, bentuk tubuh yang semakin kurus sehingga menyebabkan kematian.

Perubahan patologi anatomi ditemui pada saat pembedahan dilakukan pada ayam mati akibat terinfeksi penyakit Aspergillosis, maka akan ditemui cairan pori-pori luka berwarna putih kekuningan (eksudat caseosa) pada percabangan trakea, benjolan (nodul) pada otak dan hati ayam, benjolan (nodul) pada kantong udara dan paru-paru. Selain itu, ditemukan cairan bernanah berwarna hijau kekuningan, selaput kantung udara menebal, serta pertumbuhan jamur berwarna putih pada permukaan. 

Pada saat ayam sudah terinfeksi Aspergillosis, maka perlu segera diberikan obat anti jamur (anti mold) serta vitamin untuk mensuplai sistem kekebalan tubuh. Selain itu, penting untuk memberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi sekunder. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara memperhatikan sirkulasi udara di dalam kandang, dengan memastikan blower berfungsi dengan efektif, memberikan pakan yang bernutrisi serta melakukan pengontrolan terhadap kualitas pakan, melakukan vaksinasi dan penyemprotan desinfektan pada kandang secara rutin, serta memperhatikan kebersihan peralatan kandang untuk meminimalisir pakan terkontaminasi dengan bakteri. Selain itu kualitas peralatan kandang salah satunya tempat pakan ayam juga perlu diperhatikan, dengan cara memilih supplier penjual tempat pakan unggas berkualitas tinggi sehingga membantu peternak dalam mengoptimalkan performa serta produktivitas ayam. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENTINGNYA DATA RECORDING HARIAN PADA PETERNAKAN AYAM

CULLING PADA AYAM BROILER

PENTINGNYA MEMAHAMI FASE PRE STARTER, STARTER, DAN FINISHER PADA AYAM BROILER