PENGENDALIAN KADAR AMONIA DALAM KANDANG AYAM
Pada kandang ayam close house terkadang muncul bau menyengat di dalam kandang. Gas amonia merupakan masalah utama yang menyebabkan bau menyengat di dalam kandang. Tingginya kadar amonia dapat berpengaruh terhadap kesehatan ayam dan produktivitas ayam. Amonia merupakan senyawa yang tidak berwarna yang larut pada air. Bau pada kandang berkaitan erat dengan unsur nitrogen dan sulfur yang terkandung pada feses ayam.
Amonia berasal dari proses penguraian dekomposisi protein (N) pada feses oleh bakteri. Bakteri utama yang memproduksi amonia adalah Bacillus pasteurii. Faktor yang mempengaruhi proses pembentukan amonia antara lain adalah suhu, kadar air, pH, dan kadar nitrogen pada litter atau feses. Selain itu, penyebab tingginya kadar amonia di dalam kandang antara lain kandungan garam dan protein tinggi pada pakan, kontruksi kandang dan ventilasi yang buruk, kepadatan kandang yang tinggi, serta kondisi litter (alas kandang) yang buruk.
Kadar amonia yang aman bagi ayam yaitu <20 ppm. Para peternak dapat menekan tingginya kadar amonia di dalam kandang, karena akan menimbulkan beberapa gangguan pada ayam seperti iritasi mukosa mata, gangguan saluran pernapasan, gangguan sistem imunitas bahkan menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi. Dampak dari kadar amonia yang tinggi dapat menyebabkan iritasi pada mukosa mata atau bahkan konjungtivitis. Selain itu, dampak lain dari tingginya kadar amonia jangka waktu yang lama dapat mempengaruhi beberapa fungsi fisiologis normal ayam, salah satunya efek sedatif pada sistem saraf yang akan berpengaruh pada nafsu makan ayam. Hal ini dapat mengakibatkan menurunnya feed intake dan konversi pakan menjadi naik.
Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah tingginya kadar amonia dalam kandang yaitu memperhatikan manajemen litter, pengaturan kepadatan kandang, kontrol suhu dan kelembaban kandang serta kontrol kadar garam dan protein dengan memberikan pakan yang sesuai dengan standar kualitas ransum terutama kandungan protein kasar dan garam. Dalam manajemen litter perlu diperhatikan pemilihan bahan litter yang digunakan dan ketersediaannya, manajemen pembolak-balikan litter yang teratur (2–3 hari sekali) serta penaburan litter baru dan membuang litter yang menggumpal. Kontrol suhu dan kelembaban kandang penting untuk memastikan suhu dan kelembaban yang sesuai dengan kebutuhan ayam. Pemasangan blower harus memperhatikan beberapa hal seperti arah aliran angin, kecepatan angin, volume ruangan kandang dan populasi ayam agar sirkulasi udara berjalan secara optimal. Sehingga dapat mengurangi kadar amonia dalam kandang dan menjaga agar ayam dapat tumbuh dengan performa maksimal.
Ventilasi udara yang berfungsi dengan efektif dapat membantu mengurangi kadar amonia yang tinggi, karena kipas akan mengeluarkan udara panas serta gas berbahaya seperti amonia. Kontrol kualitas serta sistem kerja terhadap peralatan kandang juga dapat dilakukan secara rutin, karena untuk meminimalisir terjadinya kerusakan pada peralatan kandang seperti kipas kandang yang perlu diperhatikan kebersihan serta kualitasnya. Peternak dapat memilih kipas kandang kepada supplier penjual kipas kandang ayam closed house berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau. Hal itu dapat membantu peternak dalam pemeliharaan manajemen kandang yang baik dan efisien.
Komentar
Posting Komentar