PEMBERIAN ANTIBIOTIK DENGAN PROSEDUR YANG TEPAT

 Di dunia perunggasan pemberian antibiotik menjadi salah satu cara tepat untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri pada ayam. Salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pemberian obat yaitu penerapan serta aplikasi obat. Seperti yang diketahui obat memiliki sifat spesifik sehingga pada saat penerapannya perlu dilakukan dengan tepat yaitu tepat indikasi, tepat dosis, tepat cara dan waktu pemberiannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan antibiotik antara lain:

Tepat Indikasi

Mengetahui gejala penyakit hewan ternak akan membantu mengarahkan Anda pada penanganan penyakit yang bisa sembuh dengan obat tersebut. Namun, Peternak juga perlu membuat diagnosa yang tepat. Agar diagnosa yang dilakukan tepat, perlu mengumpulkan informasi selengkap mungkin dari kasus penyakit yang terjadi. Setelah memperoleh diagnosa, lalu mencari obat yang tepat sesuai indikasinya. Didukung dengan informasi peternak (anamnesa), gejala klinis, pengamatan perubahan saat bedah bangkai (patologi anatomi), hingga uji laboratorium. Serta memahami bahwa setiap jenis obat mempunyai efek yang berbeda serta sangat spesifik untuk mengatasi penyakit tertentu.

Tepat Dosis

Pemberian antibiotik perlu memperhatikan takaran dosis yang digunakan. Pemberian antibiotik dengan dosis yang rendah akan mengakibatkan obat tidak bekerja dengan optimal. Sedangkan pemberian antibiotik yang berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh ayam. Sebelum melakukan pemberian antibiotik, peternak harus membaca dengan teliti petunjuk atau dosis penggunaannya. 

Tepat Cara dan Waktu Pemberiannya

Teknik pemberian obat merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan daya kerja obat sehingga kondisi ayam dapat mencapai target yang diinginkan. Secara umum teknik pemberian obat dilakukan secara oral, suntikan (parenteral), serta dioles (topikal). 

Teknik oral dilakukan dengan cara memberikan obat melalui mulut ataupun mencampur obat dengan pakan dan air minum. Teknik pemberian dengan air minum juga dapat dilakukan pada saat melakukan vaksinasi. Pemberian obat melalui air minum akan membantu meminimalisir stress pada ayam namun dosis sangat tergantung pada aktivitas makan dan minum. Agar teknik oral ini dapat optimal perlu memperhatikan beberapa faktor-faktor seperti kualitas air minum (pH, logam berat, zat kimia, bakteri), tingkat konsumsi air minum ayam, distribusi tempat minum ayam, sistem tempat air minum (bell, nipple, saluran terbuka) serta stabilitas kelarutan obat (homogenitas pencampuran)

Teknik suntikan dilakukan pada bagian subkutan (dibawah kulit leher bagian bawah) maupun intra muskular (tembus daging atau otot) pada paha atau dada. Pada teknik ini akan menghasilkan efek obat yang relatif cepat, karena tidak perlu melakukan proses absorpsi pada saluran pencernaan yang membutuhkan waktu relatif lama. Namun, pada teknik ini akan menyebabkan ayam mengalami stress sehingga membutuhkan waktu lebih lama. 

Teknik topikal dilakukan pada bagian tubuh ayam (eksternal) seperti kulit, mata, hidung, atau bagian tubuh luar lainnya. Teknik topikal dilakukan dengan cara mengoleskan obat pada bagian tubuh ayam. 

Untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan, penggunaan obat yang tepat perlu didukung dengan faktor manajemen kandang serta penerapan biosecurity yang ketat. Hal yang dapat dilakukan seperti melakukan pembersihan kandang secara rutin, melakukan uji kualitas air, pakan dan peralatan kandang lainnya, serta melakukan pembersihan saluran pipa air untuk mencegah terjadinya pertumbuhan biofilm. Selain itu, kualitas peralatan kandang juga perlu diperhatikan, karena itu akan membantu mengoptimalkan manajemen pemeliharaan. Sudah banyak para supplier alat kandang broiler yang menjual peralatan dengan kualitas tinggi sehingga membantu peternak dalam mengoptimalkan manajemen kandang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENTINGNYA DATA RECORDING HARIAN PADA PETERNAKAN AYAM

CULLING PADA AYAM BROILER

PENTINGNYA MEMAHAMI FASE PRE STARTER, STARTER, DAN FINISHER PADA AYAM BROILER