MENGENAL PERADANGAN USUS (NECROTIC ENTERITIS) PADA AYAM BROILER

Radang usus (necrotic enteritis) merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Clostridium perfringens. Secara umum, peradangan usus disebabkan oleh cacing, protozoa, bakteri, jamur, virus bahkan toksin. Necrotic enteritis akan menyerang ayam pada umur dua hingga lima minggu, ini terjadi akibat rendahnya antibodi serta sistem imunitas ayam yang belum sempurna sehingga rentan terinfeksi.


Cl. Perfringens merupakan bakteri yang ada di dalam saluran pencernaan ayam yang sehat. Saat terjadi gangguan pada sistem pencernaan, bakteri akan berproliferasi (memperbanyak diri) serta memproduksi toksin sehingga dapat menimbulkan salah satu penyakit yaitu necrotic enteritis. Faktor lain yang dapat memudahkan terjangkitnya penyakit NE ini antara lain kondisi litter yang basah atau lembab, sistem ventilasi, faktor pakan, status imunitas dan stres, kepadatan di dalam kandang, fisiopatologi intestinal serta koksidiosis. 


Gejala yang muncul akibat penyakit radang usus ini dibagi tiga kategori. Gejala ringan biasanya menimbulkan gejala berupa diare, bulu berdiri, tidak nafsu makan, serta kondisi ayam yang bergerombol. Pada tahap ini kerusakan yang terjadi pada usus masih ringan. Gejala akut penyakit NE adalah ayam bisa mengalami mati mendadak tanpa adanya gejala klinis yang menyertai. Tingkat kematian yang terjadi bisa mencapai 5-15%. Gejala kronis serangan penyakit NE antara lain pertumbuhan yang cenderung lambat (stunting), diare, nilai FCR yang jelek. Sedangkan jika dilakukan pembedahan, maka akan terlihat usus mengalami penebalan, kasar, dan luka berbentuk ulkus. Usus menjadi rapuh dan berisi gas, lapisan usus dilapisi oleh lapisan pseudomembran berwarna kuning kecoklatan atau hijau. serta terdapat lesi pada jejunum dan ileum.


Pengendalian yang dapat dilakukan pada penyakit necrotic enteritis yaitu menjaga kebersihan kandang, kelembaban pada litter yang perlu diperhatikan, penggunaan desinfektan, penggunaan antibiotik pada ayam untuk mencegah terjangkitnya penyakit, serta melakukan vaksinasi pada induk ayam. 


Pengobatan yang dapat dilakukan untuk ayam yang terjangkit penyakit necrotic enteritis yaitu memisahkan ayam yang terjangkit dengan ayam yang sehat, mengganti sekam atau menambahkan sekam secara rutin, memberikan antibiotik pada ayam dengan dosis yang sesuai dengan kebutuhan ayam, memberikan multivitamin yang mengandung vitamin A, serta memberikan asam amino untuk membantu regenerasi sel baru. 


Segala penyakit yang menyerang pada ayam perlu segera diatasi karena untuk memutus penyebaran penyakit pada ayam yang lain. Selain faktor diatas, kebersihan kandang serta peralatan kandang juga menjadi media penyebaran penyakit di dalam kandang, salah satunya tempat minum ayam, tempat minum ayam dengan sistem terbuka atau tertutup juga perlu diperhatikan kebersihan serta kualitasnya, hal ini bertujuan untuk memutus penyebaran bibit penyakit. Peternak perlu cerdas dalam memilih kualitas tempat minum ayam yang berkualitas, carilah supplier penjual tempat minum ayam yang berkualitas tinggi dengan harga tempat minum ayam yang sesuai dengan kualitas produknya. Hal ini membantu para peternak dalam manajemen pemeliharaan yang baik sehingga produktivitas ayam optimal.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENTINGNYA DATA RECORDING HARIAN PADA PETERNAKAN AYAM

CULLING PADA AYAM BROILER

PENTINGNYA MEMAHAMI FASE PRE STARTER, STARTER, DAN FINISHER PADA AYAM BROILER