BERAK KAPUR PADA AYAM BROILER

 Penyebaran bibit penyakit menjadi salah satu tantangan peternak dalam manajemen pemeliharaan ayam broiler. Penyebaran bibit penyakit bisa disebabkan oleh manajemen kandang yang buruk. Salah satu yang perlu diperhatikan yaitu manajemen pakan. Manajemen pakan yang perlu diperhatikan seperti pemberian pakan, kebersihan tempat pakan serta kandungan nutrisi pada pakan ayam. Peternak perlu memastikan pakan terserap dengan baik oleh ayam. Salah satu kasus yang terjadi pada ayam ketika pakan tidak terserap dengan baik yaitu ayam akan mengalami berak kapur. Apa yang dimaksud dengan berak kapur?

Berak kapur merupakan kasus pakan yang dikonsumsi oleh ayam tidak terserap dengan baik. Berak kapur mengindikasikan terjadinya kerusakan pencernaan pada ayam yang diakibatkan oleh kerusakan atau infeksi pada lapisan mukosa fili-fili usus. Pakan yang tidak tercerna dengan baik akan menyebabkan pertumbuhan ayam menjadi lambat serta konversi pakan (FCR) menjadi tinggi. Lalu apa faktor penyebab terjadinya berak kapur?

Kualitas Pakan

Berak kapur dapat terjadi akibat kualitas pakan yang kurang baik salah satunya adalah daya kecernaannya yang kecil. Pakan yang tidak tercerna dengan baik akan terbuang kembali dengan feses sehingga menyebabkan pertumbuhan ayam menjadi lambat. Nutrisi pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan ayam seperti kandungan kadar garam yang tinggi, kadar protein tinggi, hingga serat kasar tinggi. Kualitas pakan yang sudah terkontaminasi dengan jamur akan menurunkan kandungan nutrisi pakan hingga penyerapan nutrisi tidak optimal. Mikotoksin yang disebabkan oleh jamur akan menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan. 

Mikroflora Usus

Mikroflora merupakan bagian yang terdapat dalam usus ayam yang membantu ayam dalam proses pencernaan. Mikroflora yang terdapat di dalam usus ayam bersifat dinamis dan seimbang tergantung dengan kondisi usus. Keseimbangan mikroflora usus yang terganggu akan mempengaruhi morfologi saluran pencernaan sehingga munculnya infeksi bakterial pencernaan yang akan merusak sistem kekebalan tubuh ayam. 

Infeksi Sekunder 

Terjadinya malnutrisi dalam proses penyerapan pakan di saluran pencernaan ayam akan mengakibatkan munculnya infeksi sekunder sehingga akan memperburuk kondisi berak kapur pada ayam dan akan mengakibatkan kematian. Berak pakan tidak dapat langsung meningkatkan mortalitas, kecuali terjadi infeksi sekunder seperti gumboro, ND (Newcastle disease), E.Coli, koksi dan lain sebagainya. Infeksi sekunder karena kondisi berak kapur akan menyebabkan menurunnya penyerapan nutrisi dan imunitas ayam. 

Gejala yang ditimbulkan akibat berak kapur ditandai dengan adanya bahan pakan utuh yang keluar dengan feses, feses tidak berbentuk dan diselaputi oleh warna putih asam urat, serta feses akan keluar dengan cairan berwarna kuning. Dampak yang diakibatkan oleh ayam dengan kasus berak pakan yaitu akan mengalami pertumbuhan yang lambat, FCR yang tinggi serta ayam akan mengalami runting and stunting syndrome (RSS). 

Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan yaitu memperhatikan kualitas pakan serta menjaga kebersihan tempat pakan, karena tempat pakan dapat menjadi media terkontaminasinya pakan dengan bakteri dan feses. Untuk mencegah kontaminasi pakan, peternak pengguna tempat pakan manual dapat beralih ke tempat pakan otomatis untuk meminimalisir pakan terkontaminasi dengan feses. Supplier peralatan ternak ayam menyediakan tempat pakan ayam dengan sistem otomatis dengan kualitas tinggi sehingga membantu peternak dalam mengoptimalkan performa serta produktivitas ayam. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENTINGNYA DATA RECORDING HARIAN PADA PETERNAKAN AYAM

CULLING PADA AYAM BROILER

PENTINGNYA MEMAHAMI FASE PRE STARTER, STARTER, DAN FINISHER PADA AYAM BROILER