Debu Kandang Dapat Menjadi Penyakit
Terjadinya akumulasi debu dan mikroorganisme kontaminan pada permukaan saluran pernapasan dapat mengakibatkan kerusakan-kerusakan pada saluran pernapasan itu sendiri. Lapisan permukaan saluran pernapasan yang tidak utuh lagi akan memungkinkan partikel-partikel debu masuk ke dalam jaringan tubuh ayam yang lebih dalam. Dalam jaringan tubuh ayam, debu selanjutnya akan dicoba dieliminasi oleh sel-sel fagosit (bagian dari sel-sel darah putih), misalnya oleh makrofag dan heterofil. Karena sebagian partikel debu tidak bisa dihancurkan secara enzimatis dengan baik via aktifitas fagositosis, maka akan terjadi pemborosan dalam penggunaan heterofil dan atau menurunnya aktivitas makrofag dalam melakukan proses fagositosis yang berulang-ulang (phagocyte capability). Jika kondisi ini terjadi, maka daya tahan tubuh ayam secara umum berarti akan menurun, karena sistem pertahanan tubuh melalui sel-sel darah putih (innate immunity) tidak dalam kondisi prima. Keadaan ini tentu saja akan mengakibatkan meningkatnya suseptibilitas (kepekaan) ayam yang dipelihara terhadap adanya infeksi oleh mikroorganisme lain.
Ketika di lingkungan yang tidak nyaman atau berdebu, maka ayam akan mengalami stres dengan derajat yang relatif lebih tinggi. Adanya infeksi Mikoplasma jelas akan menginduksi terjadinya gangguan-gangguan pernafasan lebih lanjut.
Pada sistem kandang tertutup (closed house system), debu kandang dapat berakumulasi pada permukaan penutup kipas (fan shutters) dan baling-baling kipas (fan blades). Penumpukan debu kandang pada baling-baling kipas dapat mengakibatkan kinerja atau kapasitas kipas menurun, akibatnya adalah pergantian udara (air exchange) dalam kandang juga pasti berkurang. Di lain pihak, adanya akumulasi debu kandang pada penutup kipas dapat mengakibatkan fan shutter tersebut cenderung selalu menutup. Ujung-ujungnya adalah tekanan negatif dalam kandang akan meningkat, sehingga debu kandang akan semakin pekat

Komentar
Posting Komentar