Pemeliharaan Ayam Broiler



Dalam berternak ayam broiler, ada beberapa manajemen pemeliharaan yang harus dilakukan sebagai bentuk persiapan untuk menyiapkan potensi terbaik dari broiler caranya adalah dengan mengenali dan mengetahui kebutuhan kebutuhan ayam broiler agar mencapai potensi terbaiknya, menjadi nyaman dan sehat. 

1. Persiapan Kandang.

Tujuan dari mempersiapkan kandang adalah untuk menghindari dan meminimalisir adanya virus, jamur, dan patogen yang bisa melekat pada kandang yang menyebabkan ayam sakit atau tidak sehat karena lingkungan kandangnya kotor.Berikut tahapan dalam persiapan kandang yang harus disiapkan dan diperhatikan sesuai kebutuhan ayam broiler:

Lihat supplier alat kandang broiler.

1. Sterilisasi.

Tahapan ini dilakukan untuk memastikan agar kandang ayam broiler steril dan bebas dari penyakit, cara streilisasinya adalah dengan memisahkan semua peralatan sesuai dengan fungsinya dan membersihkan peralatan tersebut dengan menggunakan desinfektan agar lebih steril. Pembersihan ini bisa dilakukan dengan disapu atau disemprot dengan air mengalir lalu semprot dengan disinfektan. Pastikan layar penutup atau tirai dan rumput serta dalam kandang semua dibersihkan.

2. Memastikan kandang berfungsi dengan baik.

Segera ganti peralatan kandang yang rusak atau tidak berfungsi semestinya.

3. Mempersiapkan litter.

Siapkan litter atau alas kandang setebal 10 cm, 3 hari sebelum memasukkan DOC.

4. Mengatur sistem pemanas dan instalasi air minum.

Pengaturan ini bertujuan agar DOC yang masuk ke dalam kandang tidak mengalami stress yang mengakibatkan sakit.Pre-heating dapat dilakukan selama 2-3 jam sebelum DOC ditebar di dalam kandang, agar DOC yang ditebar dapat beradaptasi dengan lingkungan kandangnya.

2. Memasukkan DOC

Periksa, cek dan seleksi apakah DOC cacat atau tidak. Proses penyeleksian ini dilakukan agar mengetahui jumlah ayam yang akan dipelihara sehingga pakan dan obat dapat sesuai dengan takaran. 

3. Pengaturan Temperatur Brooder

Ketahui temperatur tubuh anak ayam yang ideal sehingga anak ayam dapat beraktivitas secara normal dan menyebar merata ke seluruh area brooding. Perubahan temperatur yang mendadak bisa menyebabkan DOC mudah stress karena pada dasarnya DOC mengalami proses adaptasi dengan lingkungan barunya dan merupakan awal proses pembentukan kekebalan tubuh.

4. Pemberian Ransum/pakan dan Air Minum

Ransum harus dapat memenuhi kebutuhan zat nutrien yang diperlukan ayam untuk berbagai fungsi tubuhnya yaitu untuk hidup pokoknya, produksi maupun reproduksi. Penyusunan ransum diharapkan dapat menghasilkan produksi yang optimal dalam usaha peternakan ayam broiler. Pemberian ransum akan disesuaikan dengan umur ayam itu sendiri. Berikut pemberian ransum per hari sesuai dengan umurnya.

Sedangkan untuk pemberian air minum memiliki takaran perbandingan sebesar 0,5 kg gula pasir dengan 30 L air yang dilakukan secara terus-menerus. Pemberian air minum juga dapat menambahkan vitamin berupa vita chick guna mempercepat pertumbuhan ayam dan vita stress untuk menambah daya atau kekebalan tubuh pada ayam broiler.

5. Pengaturan Ventilasi

Ventilasi dapat mengusir udara yang tidak sedap/busuk dan mengganti dengan siklus udara yang segar. Jika temperatur brooding terlalu panas, maka kamu dapat membuka tirai secara bertahap, seperti pada umur 1-7 hari tidak membuka tirai agar ayam tidak kedinginan. Saat umur memasuki minggu kedua, buka ⅓ bagian tirai pada siang hari saja dan pada malam hari tirai dapat ditutup kembali agar ayam tidak kedinginan. Saat umur memasuki minggu ketiga, buka ⅔ bagia tirai pada siang hari dan pada saat malam hari atau ketika hujan, layar bagian bawah tirai ditutup hingga ayam berumur 28 hari atau ketika bulu ayam sudah sempurna menutupi seluruh bagian tubuhnya.

6. Pencatatan atau Recording

Pencatatan atau recording harus dilakukan dalam setiap harinya. Pencatatan mulai dilakukan sejak DOC datang ke kandang. Pencatatan ini biasanya berupa laporan mengenai berapa jumlah ayam yang sakit, ayam yang mati, pencatatan berat badan secara minggu dengan rutin dan pencatatan jumlah mengenai kebutuhan ayam tersebut (seperti pakan, obat, vaksin). Pencatatan ini akan berguna untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan dan perkembangan ayam.

7. Penanganan Kesehatan Broiler

Pelaksanaan atau penanganan kesehatan biasanya dapat dilakukan dengan memperhatikan pemberian vaksin, vitamin dan obat-obatan sesuai dengan kebutuhan ayam broiler, selain itu penanganan kesehatan juga dapat dilakukan dengan melakukan sanitasi dan kebersihan kandang setiap harinya.

8. Pelaksanaan Pemanenan Broiler

  1. Pastikan pencahayaan cukup dalam kadang selama 24 jam agar bobot ayam mencapai bobot sesuai yang ditargetkan.
  2. Pastikan kandang memiliki siklus udara yang baik.
  3. Pastikan ayam tidak menggunakan antibiotik selama 10 hari sebelum dipanen untuk menghindari adanya residu yang terdapat pada tubuh ayam.
  4. Pastikan terdapat laporan stok ayam sebelum panen agar bisa dilakukan benchmark setelah dipanen.
  5. Menggantungkan atau mengeluarkan seluruh peralatan pakan dan minum ayam.
  6. Pastikan untuk menangkap ayam dilakukan dengan secara perlahan dan hati-hati agar ayam tidak stress dan memar. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memegang kaki ayam secara perlahan, kemudian pegang bagian dada ayam dan tarik ayam ke atas.
  7. Memasukkan ayam dan timbang seluruh ayam yang terdapat dalam 1 sekat dan melakukan pencatatan jumlah dan hasil penimbangan ayam tersebut.
  8. Meletakkan ayam ke dalam keranjang atau kendaraan angkut yang digunakan. Sebaiknya waktu pengangkutan yang baik adalah saat malam hari agar menghindari ayam kepanasan.

9. Pelestarian Lingkungan

  1. Memastikan tidak melakukan pencemaran yang dapat menimbulkan adanya erosi.
  2. Memastikan lingkungan peternakan ayam broiler jauh dari bau tidak sedap, suara bising, dan kotor.
  3. Mempunyai pengolahan limbah kotoran ayam broiler agar dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik.
  4. Mempunyai tempat untuk melakukan penguburan bangkai ayam yang mati agar tidak menyebarkan penyakit di luar area kandang ayam broiler.
  5. Mempunyai sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik untuk kandang ayam broiler.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENTINGNYA DATA RECORDING HARIAN PADA PETERNAKAN AYAM

CULLING PADA AYAM BROILER

PENTINGNYA MEMAHAMI FASE PRE STARTER, STARTER, DAN FINISHER PADA AYAM BROILER