Masa Kritis Pemeliharaan Ayam Broiler
Masa kritis ayam broiler adalah masa di mana ayam sedang dalam masa pertumbuhan yang sangat pesat. Biasanya terjadi pada 2 minggu pertama pemeliharaan atau saat masa indukan anak ayam. Ibarat bayi yang baru lahir, ayam broiler pun butuh perawatan intensif. Ayam broiler yang sedang dalam masa kritis sangat penting untuk di-monitoring kondisinya setiap saat agar pertumbuhannya optimal.

Ketika anak ayam mulai masuk masa kritis, sedikit demi sedikit saluran pencernaan, sistem kekebalan, sistem thermoregulasi (pengaturan suhu tubuh), dan bahkan kerangka tubuh ayam akan mengalami perkembangan.
1. Sistem pencernaan
Ketika masih berada di dalam mesin tetas, sistem pencernaan anak ayam secara anatomi belum berkembang dan belum bisa berfungsi. Namun organ pencernaan tersebut (terutama proventrikulus, gizzard/empela dan usus halus) akan mengalami perubahan morfologi (organ pencernaan bertambah ukurannya) dan fisiologi (mulai diproduksinya berbagai enzim pencernaan), segera setelah anak ayam ditetaskan atau pada masa kritis. Organ pencernaan tersebut berkembang pesat, yaitu maksimal pada hari ke 4 – 6 dan mulai menurun pada hari ke 10. Perkembangan ukuran organ pencernaan serta enzim-enzim tersebut nantinya akan berpengaruh terhadap metabolisme dan penyerapan nutrisi dari ransum untuk pertumbuhan dan pembentukan daging ayam broiler.
2. Sistem kekebalan tubuh
Sebenarnya saat berada 18 hari di mesin tetas (hatchery), organ limfoid seperti limpa, bursa Fabricius, thymus, Peyer’s patches, dan organ limfoid lain telah berkembang. Berlanjut hingga lepas penetasan dan pada umur 1 minggu, perkembangannya sudah mencapai 70%. Hal yang perlu diperhatikan adalah, bila berat badan tidak mencapai standar maka perkembangan organ limfoid dapat terganggu. Perkembangan organ kekebalan ini sangat penting karena berpengaruh terhadap pembentukan antibodi dalam rangka melindungi ayam dari infeksi penyakit.
3. Sistem thermoregulasi tubuh
Anak ayam belum mampu mengatur suhu tubuhnya pada 5 hari pertama pemeliharaan dan belum bisa secara optimal mengatur suhu tubuhnya sendiri hingga umur 2 minggu. Sedangkan kita perlu ingat bahwa ayam sekarang pertumbuhan bulunya sangat lambat. Oleh karena itu, agar anak ayam dapat tumbuh dengan baik di masa kritis sangat bergantung pada penyediaan suhu yang nyaman dari pemanas.
4. Kerangka tubuh
Kerangka tubuh pada anak ayam juga akan berkembang seiring bertambahnya umur. Perkembangan rangka tersebut meliputi pertambahan massa, tebal, dan panjang tulang. Pembentukan kerangka tubuh yang optimal di masa kritis akan mampu menopang perkembangan organ lain, serta menekan terjadinya afkir yang diakibatkan oleh kelumpuhan atau cacat.
Kelalaian Saat Masa Kritis
1. Kandang belum siap saat penerimaan DOC
Kondisi ini terjadi ketika peternak belum sempat melakukan pembersihan kandang atau peralatan secara menyeluruh dan masa istirahat kandang terlalu singkat sehingga DOC tidak akan dapat tempat tinggal yang nyaman.
2. Kandang indukan terlalu padat
Kandang indukan yang diisi dengan jumlah ayam melebihi kapasitas terjadi persaingan antar anak ayam dalam mendapatkan makan, minum, dan udara bersih.
3. Ayam kepanasan atau kedinginan
Dengan anggapan bahwa anak ayam harus mendapat suhu hangat yang optimal, maka tak jarang peternak terus menerus menyalakan banyak pemanas meski anak ayam sudah agak besar. Alhasil anak ayam justru mengalami kepanasan dan stres atau ketika peternak terlalu menghemat penggunakan pemanas sehingga ayam kedinginan.
4. Kandang pengap
Peternak yang menutup tirai secara total tanpa memberikan celah ventilasi sama sekali, hal ini tidak baik karena udara bersih di dalam kandang akan berkurang dan udara kotor meningkat. Ditambah dengan manajemen litter yang tidak baik sehingga gas amonia ikut meningkat.
5. Tidak cek dan re-cek
Peternak akan mengetahui bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak ayam yang dipelihara berjalan
optimal jika peternak rajin mengecek kondisi anak ayam.
Komentar
Posting Komentar